Boman's Fishing Trip

Perjalanan Mancing Boman

Ngantor Ah..

Ini post penutup karena paket spulu ewu dan mo habis…

Ntar malem nonton Calon2 Diva…

Stengah 9, ngantor…Smoga kuat melek. Amin

Filed under: Daily Activities

Selalu Salwaa, Masih Salwaa.

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketDulu, jaman kaya benwit, saat kerjaan sudah selesai atau kerjaan terlalu memusingkan, satu-satunya yang paling sering tersentuh adalah semua hal tentang Salwaa.

Foto-fotonya. Kisah-kisahnya. Impian-impian tentangnya.

Sekarang? Ya masih dunk. ;)

Ada yang bilang, sindrom anak pertama. Secara belum punya anak ke dua, aku belum membuktikan pemeo tsb.

Yang jelas, itu satu-satunya cara bunuh kangen yang sangat padanya.

Terpisah sejak umur satu stengah bulan, setengah mati aku berjuang untuk tetap ber positive-thinking atas keterpisahan tsb.

Selalu dan selalu aku yakinkan diri sendiri, keterpisahan ini adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Apapun alasan yang memaksanya begitu.

Terakhir, saat salah satu postinganku tembus page BlogPrint Suara Merdeka, bukannya tampilkan foto  yang ada dipostingan tsb, yang ada dibelakang konek_sm@yahoo.com malah memilih foto Salwaa.

Salam kangen Nak..Bunda selalu untukmu..

Filed under: Salwaas World

Plaaak!

Toleh kejutku begitu pas dengan momen mampirnya bogem mentah si lelaki tinggi besar ke lelaki satunya. Si lelaki satu ini perawakannya lebih kecil, memakai seragam mirip pegawai kantoran yang serba hijau lumut.

Di sekian detik berikutnya, tampak si lelaki kecil mengaduh, menahan tangis dan coba lindungi mukanya dari hantaman berikutnya.

Silelaki tinggi besar masih dihadapannya dan pasti sedang keluarkan sumpah serapah. Bahkan tangannya pun masih bersiap luncurkan bogem berikutnya.

Secara semua aku saksikan dari atas motor yang sedang melaju, aku tentu tak bisa membelok mendadak, berhenti dan meminta si lelaki tinggi besar berhenti memukuli lelaki berseragam.

Ini Semarang. Meski kejadian itu baru pertama ini benar-benar aku lihat langsung, otakku masih sanggup menahanku untuk tidak ikut campur. Aku tidak kenal mereka, dus tidak mengerti apa masalahnya. Salah-salah, aku pun bisa ikutan dibogem. Iiiiiiii..

Cerita ironis lainnya, sisi tak terhindarkan dari satu kota besar.

Kejadian yang disampaikan teman kantor, setelah mutar-mutar seharian sebagai marketing.

“Dua anak lelaki, cuma 7/8 th-an, mbopong anak perempuan yg lebih kecil lagi [4th-an]. Menidurkannya begitu saja ditrotoar dan mlorotin CDnya. Aku gak sanggup ngeliat lagi apa yg selanjutnya dilakukan 2 anak lelaki kecil itu…”

Untuk yang ini, aku sempat protes keras.

“Loh, knapa gak dicegah?! Kamu kan lelaki?..”

“Ini Semarang Mbak Nanik..Tidak semua ketidak-pantasan yang tampak didepan mata bisa kita respon langsung,” timpalnya masgul.

Hiks..:( Sebegitu kerasnya kah sebuah kota besar bagi para penghuninya?

Filed under: Everyones Life

Email Me?

arint0.s3tiyad1[at]gmail[dot]com

Tulisan Terfavorit

Tulisan Lama