Boman's Fishing Trip

Perjalanan Mancing Boman

Mai terti seken yers od

*tulisan yang harusnya tertuang di 8 agustus lalu*

Stengah 9 pagi kurang 5 menit.

Kursi busa standar dan How Many Hours MLTR temani aku tunggu sedikit ‘honor’ dari satu tulisanku yang akhirnya termuat di Blog Print Suara Merdeka.

‘An inspiring enough morning, especially when it was your B-Day..’

Sejak semalam, aku merasa semakin naif dan tenggelam dalam keambiguitasan [hem, imbuhannya dah bener g yak?]

Karena keterbatasab yang ada, sudah banyak kali ultah kami ber3 [aku, Salwaa, mas Rinto] berlalu tanpa sesuatu yang heboh [berarti] standarnya suatu ultah.

Meski selalu ada rasa syukur karena telah bisa menahan diri, kadang masih tetap ada pula keinginan untuk melakukan/mendapatkan sesuatu yang istimewa.

Hiks :( ( Bahkan sekedar ucapan pun tak ada..Padahal, suamiku tersayang pulang mancing di jam 3 pagi..

Hmm, 32 tahun sudah Allah SWT ijinkan aku penuhi umur dibumi..

Alhamdulillah, Astagfirullah..

Filed under: Everyones Life

Banggaku, Sasakku

Indonesia adalah negara plural.

Begitu pluralnya, sampai masih sangat banyak dari kita yang tidak ragu untuk ungkapkan tanya,”Aslinya mana?” Padahal, jelaslah kita semua asli Indonesia.

Untuk yang tak perduli si plural, pasti menjawab,”Ya Indonesia-lah! Aneh kamu ini..”

Untuk yang punya narsis dan sedikit peduli dengan si plural, selalu ringan menjawab,” Aku jawa asli….” Atau ‘Aku Balok [Bali-Lombok]‘…”Jakarta asli”…dan lain sebagainya.

Aku?

Seorang Sasak Tulen. 1000%.

Bapak kelahiran Kotaraja. Mamak malah dari desa tetangga. Dus, begitu bertetangganya, dirunut2 ke 5 garis keluarga ke atas, Bapak dan Mamak masih pula seduluran. Eh, bersaudara maksudnya..

Sedikit brain storming, apa si Sasak itu? Foto aja kali yaa….

Pakaian Adat Sasal

Ket Foto: Petinggi Universitas Mataram di salah satu pembukaan Festival Gendang Beleq, di Mataram, Lombok Barat, beberapa tahun lalu.

Sayang, aku sendiri, sudah 32 tahun begini, belum ada foto khusus yang mengenakan busana adat Sasak. Nikahku dulu hanya kenakan kebaya biasa. Ada si, foto waktu pawai 17-an duluuuuu jamam SMP. Tapi, entah nyungsep kemana.

Dan sekarang, bekerja dan beraktifitas di Semarang, identitas Sasakku tak berkurang. Malah menjadi semakin kaya, karena aku berinteraksi dengan orang-orang jawa, dus menggunakan bahasanya. Percampuran yang membuatku sadar, sudah saatnya dimulai penyusunan kamus Bahasa Sasak. Bukan apa-apa. Justru saat hidup di Semarang sini, kontakku dengan sesama semeton Sasak semakin berkualitas.

Bergabung dimilisnya, menjadi kontributor di situs publiknya, dan perbincangan-perbincangan kecil demi kebaikan Lombok kedepan, khususnya para semeton Sasak, dimanapun mereka berada.

Filed under: Everyones Life

Sejarah di kartu pos

Bagaimana bisa?

Sangat bisa…Lihat ke3 foto-foto berikut:

Puncak Rinjani

Lawang Sewu dan Tugu Muda

Danau Segara Anak

Ah, foto biasa!

Yakin? Ketiga foto diatas menjadi tidak biasa karena ke3nya tercetak indah sebagai kartu pos. Read the rest of this entry »

Filed under: Hobbies

Email Me?

arint0.s3tiyad1[at]gmail[dot]com

Tulisan Terfavorit

Tulisan Lama