Indonesia adalah negara plural.
Begitu pluralnya, sampai masih sangat banyak dari kita yang tidak ragu untuk ungkapkan tanya,”Aslinya mana?” Padahal, jelaslah kita semua asli Indonesia.
Untuk yang tak perduli si plural, pasti menjawab,”Ya Indonesia-lah! Aneh kamu ini..”
Untuk yang punya narsis dan sedikit peduli dengan si plural, selalu ringan menjawab,” Aku jawa asli….” Atau ‘Aku Balok [Bali-Lombok]‘…”Jakarta asli”…dan lain sebagainya.
Aku?
Seorang Sasak Tulen. 1000%.
Bapak kelahiran Kotaraja. Mamak malah dari desa tetangga. Dus, begitu bertetangganya, dirunut2 ke 5 garis keluarga ke atas, Bapak dan Mamak masih pula seduluran. Eh, bersaudara maksudnya..
Sedikit brain storming, apa si Sasak itu? Foto aja kali yaa….

Ket Foto: Petinggi Universitas Mataram di salah satu pembukaan Festival Gendang Beleq, di Mataram, Lombok Barat, beberapa tahun lalu.
Sayang, aku sendiri, sudah 32 tahun begini, belum ada foto khusus yang mengenakan busana adat Sasak. Nikahku dulu hanya kenakan kebaya biasa. Ada si, foto waktu pawai 17-an duluuuuu jamam SMP. Tapi, entah nyungsep kemana.
Dan sekarang, bekerja dan beraktifitas di Semarang, identitas Sasakku tak berkurang. Malah menjadi semakin kaya, karena aku berinteraksi dengan orang-orang jawa, dus menggunakan bahasanya. Percampuran yang membuatku sadar, sudah saatnya dimulai penyusunan kamus Bahasa Sasak. Bukan apa-apa. Justru saat hidup di Semarang sini, kontakku dengan sesama semeton Sasak semakin berkualitas.
Bergabung dimilisnya, menjadi kontributor di situs publiknya, dan perbincangan-perbincangan kecil demi kebaikan Lombok kedepan, khususnya para semeton Sasak, dimanapun mereka berada.
Filed under: Everyones Life



RSS - Posts
semoga menang ya bunsal, aku malas ikutan…ga ada waktu buat blog baru hehehe
he he, di foto kok ndak ada kak nanik?
mbok saya tertarik dgn kamus bahasa sasak gimana klo bikin yg online ?
maaf meton ite nyasar, nunas ijin nge-link blog plungguh meton….
rahayu!