Boman's Fishing Trip

Perjalanan Mancing Boman

Roseola Itu Berakhir Pada Kejang Demam

on 25 August 2007

Sabtu, 4 Pebruari 2006, jam 4 sore teng aku bergegas pulang. Masih ada Zalwa menunggu dan aku telah siapkan ribuan energi untuk habiskan waktu bersamanya.

Masuk ke rumah, Zalwa sedang tiduran diSpring Bed yang digelar didepan TV. Matanya tampak sembab. Jawab Mabh Putri kalau Zalwa ngamuk dan berontak waktu mandi sore menegaskan ingin tahuku. Ah, masih juga Zalwa tak suka mandi.

Badan sumengnya yang aku raba waktu istirahat makan siang tadi smakin terasa. Kali ini sumeng berubah menjadi hangat. Dengan muka manis aku tawarkan menggendong Zalwa, skaligus berusaha memasukkan sedikit makanan. Sedari pagi, kecuali sekantong kentang junk food pas sarapan, blum ada makanan apapun yang masuk diperut gendutnya.

Kanfer Semarang hujan lagi. Terpaksa aku berbekal payung, menuruti paksaan Zalwa yang meminta keluar dan jalan-jalan. Tak sesuap pun nasi yang sukses aku masukkan. Zalwa sudah sangat pintar katupkan mulut atau pun menyepah sendok dengan kedua tangannya.

6 sore, hangat badan zalwa smakin terasa meninggi. AKu tergerak berikan 1 sdt penurun panas. Entah karena semakin tidak enak badan, sirup penurun panas yang biasanya bgitu mudah masuk mulut Zalwa, hanya sukses masuk stengah. Dan, seperempat jam kmudian, momen traumatis itu datang juga.

Zalwa minta bobok di Spring Bed depan TV. Belum 15 menit aku temani lelapnya, Zalwa tampak terkejut. Refleks aku menenangkan dengan menepuk tangannya. Ternyata, malah Kejang Demam.

Mata indah Zalwa terbalik refleks menghadap keatas. Gigi geliginya menggegat dan tubuh mungilnya menggigil tak terkendali. Spontan aku menjerit dan memanggil Mbah Putri….”Mbahhh, Zalwa step…cepet Mbah….”

Ditengah panik, aku masih sempat berpikir. Mbah Putripun langsung bertindak, mengambil air hangat dan mengusap-usapkanya dikepala Zalwa. Kurang lebih 5 menit kmudian, Zalwa bisa kembali sadar.

Tulisan ini aku post diblog friendsterQ.

Minggu dinihari, menjelang stengah 2. Aku baru saja jenak dr rasa gelisah. Zalwa tampak tenang dalam tidurnya. Sekian detik ketika ingin rebahkan kepala dibantal, tampak tubuh Zalwa terentak sedikit. Tuhan! Jangan sekarang….

Dan doa itu tak selesai karena aku kembali menjerit memanggil Mbah Putri….”Mbah, Zalwa step lagi……”

Kembali ritual menyadarkan Zalwa kami lakukan. Kali ini berdua, karena Mbah Kakung telah lelap dengan batuknya yang belum juga mereda.

Sekian menit, Zalwa kejang sambil pipis [Alhamdulillah]. Dan kali ini sadarnya agak lama dan ketika sadar, kepalanya hanya mampu melunglai didadaku.

Stelah mengganti baju yang basah oleh pipis, juga air hangat untuk menyadarkan Zalwa, pun mengganti baju Zalwa, aku memutuskan utk kali ini langsung ke UGD. Sekali ini berterimakasih pada perbedaan waktu diInggris dan Indonesia. Ada tetangga yg melek krn pertandingan bola dan berbaik hati mengantarkan aku dan Zalwa ke UGD terdekat.

Momen traumatis itu ternyata tak selesai. 2 hari lebih diinfus dan diinjeksi AB, Zalwa samasekali tidak membaik. Sang dokterpun tak tergerak untuk katakan itu Roseola. Radang Tenggorok tampaknya lebih disukai.

Selasa siang, 7 Pebruari, aku minta rawat jalan. Dan Jumat pagi, 10 Peb, semua ruam merah seperti ingin berlomba keluar disekujur tubuh zalwa. Demam sudah mulai hilang sejak Rabu pagi, 8 Peb. Semoga Senin lusa, aku bisa pastikan, Zalwa sudah siap utk kembali berjoget dan nyanyikan, “Kupu-kupu yang lucu……”

 Subhanallah. Kini, Salwaa sudah 3,5 tahun. Alhamdulillah, sepanjang diuji oleh sakit, Salwaa tidak pernah sampai kejang lagi. Tulisan diatas aku post pada Pebruari 2006 lalu..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: