Boman's Fishing Trip

Perjalanan Mancing Boman

Menyendok tengiri di Dam Ijo, Potensi Wisata Mancing di Laut Semarang

on 14 March 2012

Mancing laut di Semarang? Yakin? Apa ada ikannya?

Tulisan ini dibuat untuk lomba blog dotsemarang, juga komunitas pemancing laut di Semarang pada khususnya. Serta sesama hobiis mancing pada umumnya.

Tiga pertanyaan di atas pasti muncul setiap menyinggung topik wisata mancing laut di Semarang.

Faktanya, masih banyak spot mancing dan variasi jenis ikan yang bisa diperoleh di laut Semarang. Jika dikembangkan dan dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin menambah daftar wisata impian warga lokal, dus luar kota Semarang.

Tidak percaya? Silakan nikmati laporan mancing singkat saya, Rabu 7 maret lalu bersama istri saya, di Dam Ijo Semarang.

Potensi Wisata

A. Wisata Alam

Jauh sebelum acara mancing dimulai, bersiaplah menikmati momen-momen matahari terbit yang spesial. Meski tentunya momen tersebut tergantung cuaca saat kita berangkat. Khusus di musim tengiri, hampir bisa dipastikan Anda akan mendapatkan momen sunrise yang cerah.

Selain momen sunrise, disela-sela acara memancing, kita juga bisa melihat kapal-kapal penumpang besar, tongkang-tongkang barang yang masuk ke arah pelabuhan. Tapi, ingat! Kita harus waspada dengan ombak tinggi, efek dari sibakan para perahu/tongkang ini. Untungnya, beberapa yang mungkin sudah sering ke Tanjung Mas, cukup pengertian dengan keberadaan para pemancing. Sekitar belasan kilo dari lokasi dam, biasanya para kapal/tongkang melambatkan kecepatan. Jadi, saat lewat, ombak yang tersapu ke arah dam tidak terlalu tinggi dan tidak menghempaskan para pemancing –yang tidak menggunakan alat keselamatan lain, selain pelampung saja–. 

 

B. WISATA MANCING

Di trip kali ini, pas dengan ‘musim’ tengiri. Trip mancing terhemat. Mengapa? Untuk memancing tengiri, kita tidak perlu membeli umpan seperti pada trip mancing lainnya. Cukup menggunakan spoon (umpan buatan dari sendok), kita bisa cukup sering strike tengiri. Sendok? Iya. Sendok makan yang kita gunakan sehari-hari. .Hanya saja memang sudah dimodifikasi menjadi umpan buatan yang kemudian dinamakan spoon.

Perhatikan ukuran spoon untuk umpan tengiri. Kira-kira seukuran sendok teh tanpa gagangnya.

Membuatnya juga cukup mudah. Siapkan sendok makan/teh murahan. Biasanya yang diambil gagang sendok. 1 buah sendok makan bisa menjadi 3 buah spoon. Sendok teh kadang hanya jadi 1 buah saja. Yang ditempelkan sebagai bahan yang berkilauan adalah stiker silver. Bisa yang polos-transparan, atau polkadot kecil-transparan. Koleksi stiker yang lengkap biasanya bisa dibeli di counter-counter di mall.

Lubang untuk senar pancing dan mata kail (treeble hook-mata kali triple), dibuat menggunakan paku baja berukuran sesuai lubang yang diinginkan.

Dan voila, Anda memiliki koleksi spoon yang lengkap untuk strike tengiri. Dan pagi itu, bahkan istri saya sekalipun sangat senang dengan strike tengiri yang cukup sering. Bahkan, joran tegeg sekalipun bisa strike tengiri. 4 jam mancing, kami bisa membawa pulang hampir total 5kg ikan. Sebagian besar tengiri, beberapa kerang-kerong dan ikan-ikan dasaran lainnya.

Catatan penting, ‘musim’ tengiri cukup singkat. Hanya sepanjang Pebruari-Maret. Itu pun kadang terpotong oleh cuaca yang kurang bersahabat.

C. Dam Ijo, Lokasi dan Kondisi

Kutipan dari google map. Ancer-ancer (perkiraan lokasi) Dam Ijo.

Masuklah ke arah TPI-Tambak Lorok dan di ujung gang Anda bisa mencari tahu rumah Pak Sukron. Awak kapal langganan saya yang bisa mengantar ke lokasi spot mancing di Dam Ijo. Selain Dam Ijo, masih juga ada pilihan spot lainnya. Yaitu Dam Merah. Ongkos 1 kali pengantaran pp ke spot-spot mancing tersebut, Rp 10.000/orang. Rentang waktu mancing biasanya sekitar pukul 5 pagi sampai maksimal 12 siang. Untuk beberapa langganan, Pak Sukron kadang mau menjemput sekitar pukul 2 siang. Toleransi waktu mancing 2 jam.

2 spot utama mancing ini bukannya tak beresiko. Tak jarang ada korban. Namun, resiko ini pastinya bisa diminimalkan.

Di awal, Pak Sukron mewajibkan setiap pemancing dikapalnya menggunakan pelampung. Kemudian, jika sudah tampak awan hitam pertanda hujan, Pak Sukron pun berkeras untuk tidak mengantar/menjemput para pemancing lebih awal.

Jika kemudian resiko diatas tetap terjadi meski pencegahan maksimal sudah dilakukan, tentunya tidak pada tempatnya menyalahkan pihak lain. Pencegahan resiko maksimal sudah seharusnya dilakukan oleh pemancing sendiri.

Sedikit saran untuk pihak terkait dengan topik di blog  ini, yaitu infrastruktur yang mendukung menuju 2 spot mancing tersebut di atas. Saat ini, lokasi jalan menuju TPI lama Tambak Lorok cukup memprihatinkan. Lubang jalan yang cukup dalam dan lebar, lumpur saat selesai hujan, cukup mengurangi nilai positif lokasi ini. Penduduk setempat swadaya sendiri menutup lubang-lubang tersebut. Meski kesannya sekedar tambal sulam.

Besar harapan, kondisi jalan yang mulus sepanjang waktu, akan menaikkan status lokasi wisata ini. Mengingat murahnya biaya wisata yang dikeluarkan. Murah. Dekat.

Jadi, kapan kita mancing bersama? ^_^


5 responses to “Menyendok tengiri di Dam Ijo, Potensi Wisata Mancing di Laut Semarang

  1. Mang - Kadier says:

    Mang-Kadier
    Pantes sendok Pak Suka pada hilang

  2. budi himawan says:

    Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga lokasi yg bagus dan dekat lagi buat menyalurkan hobby yg murmer… thanks for information..

  3. niko says:

    Lokasinya dekat sama tanjung emas nggak sih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: