Boman's Fishing Trip

Perjalanan Mancing Boman

Menyendok tengiri di Dam Ijo, Potensi Wisata Mancing di Laut Semarang

Mancing laut di Semarang? Yakin? Apa ada ikannya?

Tulisan ini dibuat untuk lomba blog dotsemarang, juga komunitas pemancing laut di Semarang pada khususnya. Serta sesama hobiis mancing pada umumnya.

Tiga pertanyaan di atas pasti muncul setiap menyinggung topik wisata mancing laut di Semarang.

Faktanya, masih banyak spot mancing dan variasi jenis ikan yang bisa diperoleh di laut Semarang. Jika dikembangkan dan dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin menambah daftar wisata impian warga lokal, dus luar kota Semarang.

Tidak percaya? Silakan nikmati laporan mancing singkat saya, Rabu 7 maret lalu bersama istri saya, di Dam Ijo Semarang.

Potensi Wisata

A. Wisata Alam

Jauh sebelum acara mancing dimulai, bersiaplah menikmati momen-momen matahari terbit yang spesial. Meski tentunya momen tersebut tergantung cuaca saat kita berangkat. Khusus di musim tengiri, hampir bisa dipastikan Anda akan mendapatkan momen sunrise yang cerah.

Selain momen sunrise, disela-sela acara memancing, kita juga bisa melihat kapal-kapal penumpang besar, tongkang-tongkang barang yang masuk ke arah pelabuhan. Tapi, ingat! Kita harus waspada dengan ombak tinggi, efek dari sibakan para perahu/tongkang ini. Untungnya, beberapa yang mungkin sudah sering ke Tanjung Mas, cukup pengertian dengan keberadaan para pemancing. Sekitar belasan kilo dari lokasi dam, biasanya para kapal/tongkang melambatkan kecepatan. Jadi, saat lewat, ombak yang tersapu ke arah dam tidak terlalu tinggi dan tidak menghempaskan para pemancing –yang tidak menggunakan alat keselamatan lain, selain pelampung saja–. 

 

B. WISATA MANCING

Di trip kali ini, pas dengan ‘musim’ tengiri. Trip mancing terhemat. Mengapa? Untuk memancing tengiri, kita tidak perlu membeli umpan seperti pada trip mancing lainnya. Cukup menggunakan spoon (umpan buatan dari sendok), kita bisa cukup sering strike tengiri. Sendok? Iya. Read the rest of this entry »

5 Comments »

Sport Fishing Tanjung Bangko-Bangko-Lombok

19-24 September 2009 lalu, Pak Eko dan keluarga berkenan mengajak saya serta beberapa rekan mancing dari Suren-Banyumanik berlibur ke Lombok. Bukan libur biasa pada umumnya, tapi sekaligus menjajal beberapa spot mancing di Lombok.

Sesuai kontak jauh hari sebelumnya dengan Pak Saliman [Atau Pak Amang, owner dari Toko Pancing Delta Raya Ampenan-Lombok], tim merencanakan trip ke Tanjung Bangko-Bangko, Lombok Selatan.

Selasa pagi, homestay yang kami sewa masih sepi. Trip fun fishing sepanjang Senin (21 September) cukup menguras tenaga. Sekitar jam 9, baru mulai ada kegiatan. Eko-Katak dan saya sendiri mulai mengecek kembali peralatan yang akan dibawa. Sesuai kesepakatan dengan Pak Amang, tim baru akan berangkat jam 12 siang.

Jam 11, avanza hitam sudah lengkap dan siap berangkat dari homestay kami yang terletak di perkampungan depan hotel Bintang Senggigi, Meninting-Senggigi. Hanya setengah jam perjalanan mobil menuju pinggir pantai Ampenan, dimana kapal milik Pak Amang menunggu kami. Dan segera setelah semua tim siap, kapal langsung berangkat.

Mobil Lapangan Tim GNP

Black Avanza

Cuaca selat Lombok siang itu cukup bersahabat. Meski tidak terlalu berharap, dengan cuaca setenang ini, bayangan strike ikan sudah menghiasi pikiran. Kapal fiber dengan Kapten Pak Amang, 2 ABK (Ari dan Zenal) dan kami berlima ( Pak Eko, Pak Joko, Eko-Katak, Fredy dan saya sendiri) melaju tenang.

Mengingat keberangkatan di siang hari, sepanjang Selasa kami habiskan dengan mbrandil. Memancing kotrek untuk mendapatkan sebanyak mungkin umpan hidup.

Dihari berikutnya, Rabu 23 September, saatnya benar-benar sport fishing.

Bergantian Pak EKo, Pak Joko, Eko-Katak, juga Fredy strike serta berhasil menaikkan ikan.

Ikan terbesar dan terberat dihari itu adalah tuna gigi anjing sekitar 14-anKG. Read the rest of this entry »

2 Comments »

Kemenangan Sempurna di Karimun Jawa

Sabtu pagi 24 Oktober 2009. Untuk kali kedua, Tim GNP kembali berangkat menuju Karimun Jawa. Mengikuti Lomba Mancing Piala Bupati Karimun Jawa 2009, 24 sampai dengan 25 Oktober 2009.

Trunul 12.2Kg

Trunul 12.2Kg

Kali ini, tim inti sebagian besar masih sama dengan tim yang berangkat tahun 2008 lalu. Pak Eko, Wiwid, Eko-Katak, Arief dan saya sendiri. Minus Pak Joko.

Seperti yang diprediksikan banyak pihak, cuaca Sabtu tidak terlalu bersahabat.  Angin kencang dan arus yang cukup deras, memaksa penyeberangan Kapal Cepat Kartini menjadi cukup lama. 3 jam lebih. “Bayangkan saja. Angin kencang dari arah timur dan arus deras dari barat, bertemu ditengah-tengah. Silakan pikir sendiri gambaran persisnya,” jelas Katak, saat sama-sama nikmati susu jahe, sepulang dari Karimun, Minggu malam.

Kenyataannya, angin dan arus masih juga cukup deras, bahkan dimalam hari. Namun, saya tak ingin sia-siakan waktu dengan tidur. Meski sudah cukup rutin melakukan trip mancing ke laut, trip ke Karimun hanya sesekali saja. Dan biasanya hanya saat lomba seperti ini.

Jadi, saya habiskan malam Minggu dengan memancing dasaran. Hitung-hitung untuk menambah tip bagi kapten kapal yang digunakan tim. Syukurlah, strike dasaran malah sangat bagus. Beberapa ekor kerapu, kerang-kerong dan kakap setelapak tangan berhasil saya naikkan.

Dari strike sepanjang Sabtu, tim samasekali belum ada bayangan akan meraih satu gelar juara. Belum ada ikan target yang cukup untuk ditimbang. Read the rest of this entry »

3 Comments »